Skip to content

Melatih Burung Tangkapan Agar Makan Voer

29 April 2012

Erzet’s Bird Farm.

Untuk
melatih burung yang kita dapatkan dari hasil tangkapan atau yang masih liar agar makan voer, ada sedikit pengalaman yang mungkin bisa membantu Anda. Bahkan nantinya Anda juga bisa membuat jinak burung liar tadi.

Untuk melakukan hal tersebut, anda harus pastikan dahulu kalau ditempat anda mudah mencari atau membeli kroto. Karena dalam hal ini, yang perlu dilatih adalah burung
yang biasanya hidup dengan memakan serangga. Misalnya kacer, cendet, murai batu dll. Khusus untuk cendet, biasanya sudah bisa dilatih jika masih piyik. Kalau sudah dewasa tetapi dalam kondisi liar, maka perlu juga dilatih dengan cara berikut.

Dalam urusan melatih burung liar agar makan voer, bisa gunakan voer ber-merk Kroto Kristal atau Chirpy. Jadi saya sarankan anda menggunakan salah satu dari voor dengan merk tadi karena kualitasnya yang baik.

Selanjutnya anda perlu siapkan ulat hongkong, untuk pakan keseharian sementara. Dan cukup anda pastikan kalau di tempat anda mudah mendapatkan kroto.

Langkah pertama adalah, ambil sedikit voer (misal: 2 sendok makan), kemudian tumbuk agak halus. Bisa dengan cara memasukkan sedikit voer ke dalam kantong plastik yang anti sobek (bekas kemasan voer) kemudian tumbuk halus

Langkah kedua, ambil sedikit kroto yang sudah dibersihkan dari induk kroto atau yang mati kemudian campur dengan voer yang sudah ditumbuk tadi. Remas-remas sampai kroto bercampur dengan voer sehingga tampak sedikit samar. Dengan pencampuran ini diharapkan burng akan tanpa sengaja memakan voer sedikit demi sedikit atau agar terbiasa merasakan “rasa”voer tadi.

Langkah ketiga, membuat susunan pakan pada wadah pakan. Tuangkan sedikit voer atau secukupnya pada wadah pakan. Selanjutnya tambahkan diatasnya voer yang sudah tercampur dengan kroto tadi. Dan bagian paling atas, taburkan kroto segar sedikit saja.

Melalui cara diatas, burung pastinya akan memulai makan kroto dahulu. Ketika kroto mulai habis, maka biasanya burung mulai memilah-milah antara kroto dan voer. Diharapkan nantinya burung akan terpaksa makan voor yang sudah bercampur dengan kroto.

Untuk antisipasi agar
burung tidak kelaparan, maka diperlukan ulat hongkong tadi. Berikan ulat hongkong secukupnya pada wadah pakan tersendiri. Jadi kebutuhan ulat hongkong juga perlu diperhatikan. Berikan takaran, misal 3 kali sehari dengan porsi yang sama. Yang penting teratur atau tidak sampai terlambat untuk menghindari resiko kematian.

Anda harus rajin melakukan cara diatas dan rajin mengikuti perkembangannya. Hasilnya bisa kita perhatikan pada kotoran burung tadi. Jika masih makan ulat atau kroto, biasanya kotoran burung tersebut masih tampak putih dan tercecer tak berbentuk. Sedangkan jika sudah mulai makan
kroto yang tercampur voer, biasanya kotoran tampak mulai menggumpal dan menunjukkan warna voer yang anda gunakan.

Jikasudah mulai makan voer yang tercampur dengan kroto, sedikit demi sedikit anda kurangi kroto segarnya. Dan anda harus rajin melihat langsung, apakah siburung benar-benar mulai mematuk biji-biji voer dan langsung menelannya. Kalau sudah yakin siburung menelan voer yang utuh tanpa membuangnya, maka sebaiknya mulai berikan voer murni tanpa kroto dan hentikan pemberian ulat hongkong. Sebagai nutrisi tambahan, berikan 2atau 3ekor jengkerik yang sudah dibuang kepala dan kaki-kakinya, tetapi ini tergantung burungnya juga.

Biarkan kebiasaan burung makan voer ini berlalu minimal 2 minggu dan kalau hendak memberikan kroto segar lagi, sebaiknya berikan pada wadah khusus kroto seperti yang tersedia di pasaran. Jika anda sudah berhasil dengan cara diatas atau membuat si
burung mau makan voer, disinilah kesempatan anda menjinakkan siburung yang bisa di lihat di artikel Sedikit Cara Menjinakan Burung Tangkapan Hutan

semoga bisa membantu dan bermanfaap, salam cicit cuit.

Suka? Bagi-bagi ke teman ya! Terima kasih

From → PERAWATAN BURUNG

One Comment

Trackbacks & Pingbacks

  1. Makanan Utama Burung Berkicau « ERZET'S BIRD FARM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: