Skip to content
Tags

Jenis Murai Batu

23 April 2012

Burung murai batu (
Copychus malabaricus) adalah anggota keluarga Turdidae. Burung keluarga Turdidae dikenal memiliki kemampuan berkicau yg baik dgn suara merdu, bermelodi, dan sgt bervariasi. Ketenaran burung murai batu bukan hanya sekedar dari suaranya yang merdu, namum juga gaya bertarungnya yang sangat aktraktif.

+Habitat

Jenis-jenis murai batu yg dikenal di Indonesia adlh sebagai berikut:

Murai batu medan, Bukit Lawang, Bohorok, kaki G Leuser wilayah Sumatra Utara. Panjang ekor 27 –30 cm.

Murai Aceh, di kaki G Leuser wilayah Aceh. Panjang ekor 25 – 30 cm.

Murai batu Nias, panjang ekor 20 – 25 cm. Ekor keseluruhan berwarna hitam.

Murai Jambi, hidup di Bengkulu, Sumatra Selatan, Jambi.

Murai batu Lampung, hidup di Krakatau, Lampung. Ukuran tubuh lebih besar dari Murai Medan. Panjang ekor 15 – 20 cm.

Murai Banjar (Borneo), jenis ini paling populer di Kalimantan, karena sering merajai berbagai lomba di Kalimantan. Penyebaran di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. Panjang ekor 10 – 12 cm.

Murai Palangka (Borneo), panjang ekor 15 – 18 cm. Hidup di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.

Larwo (Murai Jawa), hidup di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Tubuh jauh lebih kecil dari murai medan. Jenis ini sudah sangat langka ditemukan. Panjang ekor 8 – 10 cm.

Selain dari 8 sub-spesies murai batu di atas, masih ada murai batu yang berasal dari negeri tetangga, yaitu :

Murai batu Malaysia, wilayah Penang. Ekor tipis dan panjang sekitar 30 – 33 cm dan postur tubuh lebih besar dari murai medan.

Murai batu Thailand, hidup di perbatasan Thailand dan Malaysia, tubuh lebih besar dari murai medan, panjang ekor 32 – 35 cm dan warna hitam mengkilat indigo (kebiru-biruan).

Murai batu Philippine, wilayah Luzon dan Catanduanes. Jenis ini lebih tepat disebut murai hias, karena memiliki warna tubuh yg sangat indah.

Murai batu serta kerabatnya di kelompokkan dlm beberapa species, sebagai berikut:

Copsychus malabaricus (White Rumped Shama),

Copsychus luzoniensis (White Browed Shama),

Copsychus niger (White Vented Shama)

Copsychus cebuensis (Black Shama).

Trichixos pyrropygus (Orange Tailed Shama /Rufous Tailed Shama) .

Subspecies, ciri-ciri dan penyebarannya

A. Copsychus malabaricus (White Rumped Shama) terdiri dari 19 sub-species:
Copsychus interpositus (Nepal, India, Myanmar, Yunan -China, Thailand dan Indochina)

Copsychus stricklandii (Sabah, Kalimantan)

Copsychus andamanensis (Andaman, Nicobar)

Copsychus albiventris (Andaman)

Copsychus indicus (Nepal, Indochina)

Copsychus pellogynus (Myanmar, Peninsular)

Copsychus minor (Hainan-China)

Copsychus mallopercnus (Malaysia)

Copsychus javanus (Jawa Barat dan Jawa Tengah)

Copsychus omissus
Copsychus barbouri (Maratua, Kalimantan Timur)

Copsychus leggei (SriLanka)

Copsychus malabaricus (India)

Copsychus macrourus (Con Son, Vietnam Selatan)

Copsychus tricolor (Malaysia, Sumatra, Natuna Island dan Anamba)

Copsychus melanurus (Sumatra bagian Barat, Enggano)

Copsychus suavis (Sarawak, Kalimantan)

Copsychus mirabilis (Prinsen Island)

Copsychus nigricauda (Kangean Island)

B. Copsychus luzoniensis (White Browed Shama) terdiri dari 4 subspecies, yaitu :
Copsychus luzoniensis (Luzon, Catanduanes)

Copsychus parvimaculatus(Polillo)

Copsychus shemleyi (Marinduque)

Copsychus superciliaris (Masbate, Negros, Panay,Ticao).

C. Copsychus niger (White Vented Shama): Tersebar diPalawan, Calamian, Balabac, Sabang (all in Philippines).

D. Copsychus cebuensis (Black Shama)
Hidup diwilayah Cebu Philippines.

E. Trichixos pyrropygus (Orange Tailed Shama /Rufous Tailed Shama)
penyebaran di Way Kambas,Thailand, Malaysia dan Borneo.

From → Tak Berkategori

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: